Kebudayaan Lombok
Adat
Sasak : “Andang-Andang”
Andang-andang
merupakan salah satu tradisi suku Sasak di Lombok. Andang-andang dipercaya
sebagai simbol untuk memulai suatu pekerjaan. Masyarakat akan menghadirkan andang-andang
ketika akan pergi ke belian Sasak
untuk mengobati sakitnya, ketika melahirkan, menyembeq, berorah, dan
ritual lainnya. Biasanya andang-andang terdiri dari daun sirih, buah pinang,
beras, dan uang yang ditempatkan dalam baskom, seperti yang terlihat dalam
gambar tersebut. Buah pinang dan daun sirih merupakan satu kesatuan yang
apabila digabungkan akan menjadi merah, berarti keberanian orang Sasak dalam
berniat untuk melakukan segala hal. Selain itu, merah juga merupakan arti dari
sebuah darah yang mengalir di seluruh tubuh dan selalu menyatu dengan Allah
SWT. Kemudian, beras ialah hasil gumi
yang dipercaya sebagai ladang kesuburan, dengan harapan kesembuhan dan
kesehatan akan cepat menghampirinya atau pun keberkahan didapatkan. Lalu uang
menggambarkan kekuatan masyarakat
Sasak yang terkenal sebagai pekerja keras dalam mendapatkan sebuah hasil.
Dalam gambar tersebut, andang-andang
diberikan kepada belian Sasak ketika
ia mengobati dan mengurut kakak saya. Setelah itu, belian akan membawa andang-anang pulang ke rumahnya. Saya merasa
andang-andang merupakan bentuk penghormatan yang diberikan kepada belian, saya sangat tertarik ketika
melihat isi dari andang-andang seperti daun lekoq (sirih), buah pinang, beras,
dan uang yang melambangakn satu-kesatuan yang saling melengkapi. Tidak hanya
sekedar upah, tetapi juga sebuah makna tersendiri ada dalam andang-andang. Sebuah
tradisi yang cukup menarik bagi saya dan perlu dipertahankan sebagai salah satu
bagian dari ritual Sasak.
Foto diambil di desa Barabali, Mantang, Lombok Tengah pada hari Sabtu, 25
November 2017


setelah membacanya, saya jadi tahu isi andang-andangnya. sangat bermanfaat:)
BalasHapusiya alhamdulillah
HapusApakah ada aturan dalam takaran beras dan jumlah uang dalam andang-andang?
BalasHapusSetahu saya dalam takaran beras untuk andang-andang sekitar satu baskom dan jumlah uang yang diberikan seikhlasnya.
BalasHapusWaah,sangat bermanfaat, terimakasih yaa, referensi sy tentang tradisi sasak semakin banyak. 😊
BalasHapusIya 😀😀
HapusArtikelnya keren...
BalasHapusCukup menambah wawasan...
Ternyata tradisi adang2 sprti itu..
Yh mirip2 juga sama tradisi di Bima DOmpu.. cuman namanya aja yg berbeda .... dan ritualnya juga lumayan berbeda tipis...
.
.
Kembangkan lg....
Iya memang seperti itulah tradisi. Begitu pun di Lombok, pasti ada beberapa tradisi yg mirip dengan suku Mbojo dan Samawa, tetapi namanya saja yg berbeda. Begitulah kita SaSaMbo 😊
HapusSangat unik...
BalasHapusSangat bermanfaat, super
BalasHapusandang-andang seperti daun lekoq (sirih), buah pinang, beras, dan uang yang melambangakn satu-kesatuan yang saling melengkapi. Tidak hanya sekedar upah, tetapi juga sebuah makna tersendiri ada dalam andang-andang. Lalu bagaimna ketika salah satu tidak ada apakah masih di sebut andang2???
BalasHapusKalau di kampung saya, jika uang tidak ada masih bisa dikatakan andang-andang. Akan tetapi jika lekoq, buah pinang, atau beras tidak ada, itu biasanya disebut jejauqan bukan andang-andang.
Hapusterima kasih untuk informasi bermanfaatnya. menambah pengetahuan. :)
BalasHapusSama-sama say
HapusOh begini ya yang dimaksud andang-andang dan proses nya ,,mksh ya 👍
BalasHapusIyaa sama-sama👍👍
HapusUmn, luar biasa seakli manfaatnya, tradisional tapi Luar biasa. sanagt bermanfaat.
BalasHapusIya 👍
Hapusmkasih buat wawsan barunya
BalasHapusmau nanya, yg di panci putih itu kegunaanya buat apa sih???
Nan itu namanya andang-andang. Di dalam andang-andang itu kan ada lekoq (sirih) dqn buah pinang, nah itu yg bakal dikunyah belian sambil membacakan mantra kemudian dioles di kening orang yg sakit atau yg dibutuhkan. Hal tersebut namanya sembeq di daerah saya.
HapusAndang-andang merupakan tradisi suku sasak sebagai simbol memulai suatu pekerjaan, yang dibawa ke belian utk beberapa ritual. Saya pernah melihat seorang bayi menangis tiada henti ketika malam dan sketika itu orang tuanya membawa bayi tersebut ke seorang belian. Belian tersebut mengatakan bahwa ada makhlus halus yang mengganggunya. Kemudian stelah membaca beberapa surah pendek Al-qur'an. Belian tersebut menyembeq bayi tersebut oleh andang-andang yg dibawa oleh sang orang tua. Antara surah pendek al-qur'an dengan pengobatan dari makhlus halus menggunakan andang-andang. Bukankah sebaiknya cukup hanya mendo'akannya saja tanpa menggunakan andang-andang? Ketika melakukan penyembeqan tersebut, apa sebenernya tujuan dan manfaat nyembeq dengan andang-andang tersebut diluar kepercayaan sasak mengenai arti dari masing-masing unsur dalam andang-andang tersebut?
BalasHapusAndang-andang itu adalah sebuah simbol kepercayan masyarakat Sasak. Sembeq itu merupakan campuran dari lekoq (sirih), buah pinang, dan apuh yg telah dikunyah oleh belian. Hasil dari kunyahan itu berwarna merah yang bermakna seperti darah. Darah tersebut diibaratkan seperti darah yang mengalir di seluruh tubuh yg merupakan wujud awal penciptaan kita yg diciptakan oleh Allah SWT.
HapusKemudian untuk arti dari masing-masing unsur andang-andang, bisa dilihat dalam artikel di atas.
Waaah ternyata kebudayaan suku sasak sangat unik, sangat menambah ilmu terutama saya pribadi sebagai orang luar lombok.
BalasHapusIyaa. Mari kita sama-sama berbagi wawasan mengenai kebudayaan bangsa. Itulah wujud dalam menjaga kebudayaan kita sendiri. 😊
Hapussemangat dalam melestarikan budaya :)
BalasHapusLestari kan👍
BalasHapusBiasanya andang2 juga dibawa ke orang2 pinter yg ngobatin org2 kesurupan
BalasHapusCara tradisional yang sangat bermanfaat
BalasHapusmemiliki kekayaan budaya yaa
BalasHapusWah ternyata NTB memiliki kekayaan budaya yaa
BalasHapusTerima kasih informasinya tentang andang2 sasak. Sya baru tahu sekarang😂😂
BalasHapusBermanfaat sekali, mari lestarikan tradisi kita👏
BalasHapusBermanfaat sekali, mari lestarikan tradisi kita👏
BalasHapusAlhamdulillah tradisi andang-andang ini juga masih berlaku di daerah saya😊
BalasHapusAlhamdulillah tradisi andang-andang ini juga masih berlaku di daerah saya😊
BalasHapusAndang-andang memang harus selalu dibawa ketika seseorang berobat ke belian.
BalasHapusAndang-andang memang harus selalu dibawa ketika seseorang berobat ke belian.
BalasHapusbaru saya tahu kalau tenyata dibalik andang andang yang kita bawa itu ada makna tersendiri
BalasHapuskomen balik ya..uswatunmukhtar.blogspot.com
BalasHapus