Piagam Gumi Sasak


Piagam Gumi Sasak : Membangun Masyarakat Madani
“Sasak Menuju Peradaban”


Riwayat, Kelahiran, Orientasi, dan Kedudukan Piagam Gumi Sasak

Menurut Dir. Rowot Nusantara Lombok, L. Ari Irawan, SE.,S.Pd.,M.Pd. Piagam Gumi Sasak sebenarnya adalah pengadaan sikap yang memiliki dasar yang berangkat dari kegelisahan yang dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Sasak tentang identitas kebudayaannya di tengah kepungan dunia yang semakin terbuka. Di dunia yang tanpa batas ini, tentunya identitas orang atau kelompok itu akan lebih mudah terpengaruh darimanapun. Sebuah bangsa bisa berdiri tidak dengan sekejap mata, ada proses kultural, proses pemikiran, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang dilalui serta hidup teratur dengan nilai. Tradisional dan modern itu hanya jargon pemisah. Tradisionalitas itu merupakan sebuah kemurnian, jika identitas kita goyah maka terjadi pergeseran dalam menilai baik buruk, pergeseran ini yang berbahaya. Jika nilai kebenaran itu keliru maka nilainya akan berbeda. Oleh karena itu, para intelektual kebudayaan terus berpikir dalam mengurangi kegundahan ini, mereka berkumpul untuk menyatakan sikap bahwa kami ingin kembali pada nilai dasar yang diajarkan oleh leluhur dan kami akan maju serta sejahtera dengan nilai-niai itu. Tidak berarti dengan mundur kita akan tidak sejahtera, jika nilai itu kelampauannya diartikan bahwa tidak modern di zaman dahulu maka nilai itu harus dibawa ke ranah modern juga. Jadi tidak bisa dibatasi bahwa tradisi itu hanya untuk hal-hal yang lampau, tapi kedepannya juga harus membawa nilai-nilai, disitulah dinyatakan dalam sikap bagaimana menyikapi persoalan ini, bagaimana Sasak pada dirinya sendiri dan hubungan di luar Sasak, serta bagaimana di ranah internasioanal. Kita melihat bagaimana 10 tahun, 20 tahun, bahkan satu abad ke depan adalah bagian riil dari peradaban dunia, dan yang pasti bagaimana mengambil peran sikap tanpa kehilangan identitas. 

Kemudian dilanjutkan penjelasan dari Bapak Drs. H.L. Agus Fathurrahman bahwa Piagam Gumi  Sasak ialah sebuah dokumen yang berisi kesepakatan bersama untuk membangun kembali, menyatukan kembali, dan menegakkan kembali kebudayaan Sasak berdasarkan basis atau landasan yang sebenarnya.  Piagam ini lahir dari sebuah diskusi panjang  dari beberapa intelektual Sasak yang memiliki perspektif budaya ke depan dan menjadi tonggak awal lahirnya Piagam Gumi Sasak. Setelah perjalanan kajian yang panjang, kira-kira dimulai dari 17 Agustus 2015 dalam acara launching buku yang berjudul “Membaca Arsitektur Sasak” karya  bapak Drs. H.L. Agus Fathurrahman timbul kesadaran awal dari intelektual bahwa Sasak memiliki khazanah ilmu pengetahuan dan peradaban yang tinggi sejak masa lalu. Sebelumnya para pakar kebudayaan Sasak sudah bisa menghasilkan satu item peradaban yaitu kajian astronomi tradisi yang menghasilkan sistem penanggalan sasak, dikenal dengan Kalender Rowot Sasak pada tahun 2014. Kalender Rowot Sasak menggunakan bintang sebagai perhitungannya yaitu bintang rowot atau playdes yang menjadi pijakan menghitung masa, sehingga Kalender Rowot ialah kalender musim menggunakan sistem bintang yang diselaraskan dengan sistem solar(matahari)  dan lunar(bulan). Kalender Rowot Sasak merupakan satu kunci peradaban untuk menunjukkan bahwa leluhur kami adalah orang yang berpikir dan berilmu. Namun, titik nol dari kalender Rowot Sasak belum bisa ditemukan, sehingga tidak bisa ditentukan sekarang tahun berapa dan hal ini masih dalam kajian. Akan tetapi, terdapat penemuan tahapan peradaban yang sudah sangat panjang yaitu dalam penelitian arsitektur ‘lumbung padi’ dengan usia 3500 tahun SM. Hal ini menunjukkan peradaban Sasak ini sudah sangat tua.  


 Konsep awal Piagam Gumi Sasak  ini diusul oleh Bapak Drs H.L. Agus Fathurrahman dengan judul awal “Manifesto Kebudayaan”. Hal tersebut dipersiapkan untuk launching tanggal 26 Desember 2015. Sejak Agustus- awal Desember berdiskusi panjang hingga naskah Manifesto Kebudayaan Sasak itu selesai. Pada waktu itu yang ikut terlibat ialah Pak Drs. H.L. Agus Fathurrahman (sebagai pembuat konsep awal dan tokoh budaya), Dr. Muhammad Fadjri, M.A. (Dosen Bahasa Inggris dan satu-satunya doktor sejarahwan yang dimiliki oleh daerah NTB), Dr. H. Sudirman, M.Pd. (Dosen FKIP di PGSD, dosen S2 di Magister Administrasi Pendidikan), Pak Murahim M, Pd., Pak Muh. Syahrul Qodri, M.A.. Inilah yang menjadi penggodok awal dari Manifesto Kebudayaan dan diusulkan namanya menjadi “Piagam Gumi Sasak” oleh Bapak Dr. Fadjri dengan isi tidak jauh berbeda dengan konsep awal meskipun sudah diedit kalimat dan sebagainya, sehingga lahirlah seperti yang ada sekarang. Bapak Fadjri mengusulkan nama Piagam Gumi Sasak dengan latar belakang adanya piagam Madinah yang lahir untuk menyatukan kaum Muslim, kaum Nasrani, dan Yahudi yang ada di kota Madinah pada waktu itu, pada saat awal berkembangnya Islam sebagai sebuah sistem sosial untuk membangun kota Madinah yang memiliki nilai sama dengan Piagam Gumi Sasak. Kemudian disepakati dalam rangka pengembangan konsep masyarakat madani, sehingga disetujui  Piagam Gumi Sasak sebagai satu bentuk perlindungan bangsa Sasak terhadap bangsa-bangsa lain yang tinggal di gumi Sasak, seperti piagam Madinah dahulu. Bentuk gerakan selanjutnya adalah membangun desa-desa madani.
Pada tanggal 26 Desember, naskah ini dibacakan untuk pertama kalinya oleh Bapak Dr. Fadjri dalam acara launching atau peluncuran Kalender Rowot Sasak yang kedua pada tahun 2015, sebagai tonggak untuk kebangkitan Sasak, sehingga tradisi selanjutnya ialah peluncuran kalender Rowot itu selalu dilakukan pada tanggal 26 Desember termasuk kemarin dengan acara pokok ialah Forum Ilmiah Sejarah Sasak dengan tema “Menjawab Historiografi Luar tentang Sasak”. Jadi apa kata orang luar tentang Sasak, tentang sejarah yang selama ini kita baca itu merupakan sesuatu rekayasa penjajah dan kita akan segera melahirkan satu teks historiografi atau teks sejarah dengan metode historiografi yang benar menurut perspektif bangsa Sasak.  Setelah pembacaan pada tanggal 26 Desember 2015 pembacaan pertama dilakukan oleh Bapak Dr. M. Fadjri dihadapan majelis adat sasak yang sengaja diundang pada waktu itu karena beberapa tokoh majelis adat sasak ikut menandatangani naskah tersebut, ada Drs.H. Lalu Azhar (Pemban Adat Gumi Sasak, orang yang dipanuti yang disepakati sebagai orang tua orang sasak di Lombok sampai sekarang), kemudian ada tanda tangan dari Drs.H.Lalu Mudjitahid (Pemucuk Wali Paer), Drs. Lalu Bayu Windia, M.Si. (Ketua Harian Majelis Adat Sasak), TGH. Ahyar Abduh (Walikota Mataram), Drs. H. Husni Mu’adz, M.A., Ph.D. (Dosen senior FKIP jurusan Bahasa Inggris, mantan Dekan FKIP), Dr. Muhammad Fadjri, M.A. (Sejarawan), Dr.H.Jamaluddin, M.Ag. (Dosen Bahasa Inggris FKIP Unram dan Sejarawan), Dr.L.Abd. Khalik, M.Hum. (Ahli Bahasa), Drs.H.A.Muhrt Ellepaki, M.Sc. (Tokoh Agama), Drs. H. Sudirman, M.Pd. (Ketua Asosiasi Tradisi Lisan NTB), DRS.H.L. Agus Fathurrahman (Dosen Bahasa Indonesia FKIP Unram dan Tokoh Budaya), Munzirin, S.H. (Advokad), L. Ari Irawan, SE.,S.Pd.,M.Pd (Dir. Rowot Nusantara Lombok).
Setelah pembacaan itu, kemudian majelis adat mengundang tim Rowot, tim yang melahirkan Piagam Gumi Sasak untuk mencoba mengkaji mengapa piagam ini penting dan apa orientasainya ke depannya. Dalam pertemuan itu disepakati oleh majelis adat sasak bahwa piagam akan dibacakan pada setiap pertemuan yang berkaitan dengan kebudayaan dan adat sasak. Pada waktu sangkap beleq (musyawarah besar majelis adat Sasak) pembukaan Piagam Gumi Sasak diambil sebagai anggaran dasar majelis adat sasak. Kemudian direncanakan akan dikukuhkan dan difatwakan pada acara pengukuhan pengurus majelis adat sasak 2017 yang sebenarnya sudah seharusnya dikukuhkan, tetapi karena ada beberapa hal, sehingga ditunda. Keberadaan Piagam Gumi Sasak sudah menjadi milik bangsa Sasak karena sudah diangkat oleh majelis adat sasak dan dijadikan pembukaan pada anggaran dasar majelis adat sasak serta  akan difatwakan nanti ketika pengukuhan majelis adat sasak periode 2017. 

Tujuan dan Prinsip Piagam Gumi Sasak
Tujuan dari Piagam Gumi Sasak ialah untuk membangun kesadaran masyarakat dalam berjuang bersama menegakkan peradaban dan jati diri sasak. Realisasi dari tujuan Piagam Gumi Sasak yaitu terus berjuang dan mulai melihat bagaimana orang mulai menyadari bahwa mereka memiliki peradaban yang tinggi, sehingga kerinduan tentang jati dirinya semakin banyak dicari serta menjadi orientasi ke depan bagaimana Sasak tidak dipecah belah lagi oleh kepentingan apa pun. Prinsipnya adalah setiap keinginan akan menjadi tujuan ketika diartikulasikan dengan baik, semua daerah harus melihat ini sebagai suatu cara berpikir bersama menuju arah cita-cita bersama. Karena di dalam Piagam tersebut tidak ada yang tidak baik karena melalui pemikiran yang sangat panjang, kalimat pun dipilih dengan hati-hati, sehingga ketika diinterpretasi, kalimat itu memang mengarah kepada apa yang kita harapkan.

Isi Piagam Gumi Sasak


PIAGAM GUMI SASAK


BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM
Menjadi bangsa Sasak adalah amanah yang harus dipertanggung-jawabkan kepada Allah SWT dan generasi mendatang. Menunaikan amanah Sasak itu sejatinya merupakan matarantai sejarah kemanusiaan, melalui simbol-simbol yang diletakkan dalam pemikiran bangsa Sasak yang terhampar di Gumi Paer. Simbol-simbol itu merupakan tanda-tanda yang terbaca yang membawa kembali menuju jatidirinya yang sebenarnya.
Perjalanan sejarah bangsa Sasak yang diwarnai oleh hikmah yang tertuang dalam berbagai bencana yang menenggelamkan, mengaburkan, dan menistakan keluhuran budaya Sasak. Berbagai catatan penekanan, pendangkalan makna, pengaburan jatidiri, sampai pembohongan sejarah dengan berbagai kepentingan para penguasa yang masih berlangsung hingga saat ini, melalui pencitraan budaya dan sejarah Bangsa yang ditulis dengan perspektif dan kepentingan kolonialisme dan imperialisme modern. Hal itu telah membuat bangsa ini menjadi Bangsa inferior yang tak mampu tegak di antara bangsa-bangsa lain dalam rangka menegakkan amanat kefitrahannya sebagai sebuah bangsa.
Sadar akan hal tersebut, kami anak-anak bangsa Sasak mengumumkan PIAGAM GUMI SASAK sebagai berikut:
Pertama:
Berjuang bersama menggali dan menegakkan jatidiri bangsa Sasak demi kedaulatan dan kehormatan budaya Sasak.
Kedua:
Berjuang bersama memelihara, menjaga, dan mengembangkan khazanah intelektual bangsa Sasak agar terpelihara kemurnian kebenaran, kepatutan, dan keindahannya sesuai dengan roh budaya Sasak.
Ketiga:
Berjuang bersama menegakkan harkat dan martabat bangsa Sasak melalui karya-karya kebudayaan yang membawa bangsa Sasak menjadi bangsa yang maju dengan menjunjung tinggi nilai religiusitas dan tradisionalitas.
Keempat:
Berjuang bersama membangun citra sejati bangsa Sasak baru dengan kejatidirian yang kuat untuk menghadapi tantangan peradaban masa depan.
Kelima:
Berjuang bersama dalam satu tatanan masyarakat adat yang egaliter, bersatu, dan berwibawa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan serta memberkahi perjalanan bangsa Sasak menuju kemaslahatan seluruh umat manusia.

Mataram, 14 Mulut tahun Jimawal / 1437 H
26 Desember 2015

Dokumentasi:







Narasumber:


  1. Drs. H.L. Agus Fathurrahman (Tokoh Budaya, Dosen FKIP Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) 
  2. L. Ari Irawan, S.E.,S.Pd.,M.Pd. (Dir. Rowot Nusantara Lombok)



Komentar

  1. waah keren niiih, suku sasak memang WOW bgtttt !!!!

    BalasHapus
  2. Semangat dan terus mencari citra kebudayaan sasak yang sbenarnyaa.

    BalasHapus
  3. Wihhhhhh Jadi bangga dekat dengan Sasak. sasak hebat. Luar biasa

    BalasHapus
  4. Wah menarik. Saya baru tau ada Piagam Gumi Sasak.
    Semoga kedepannya Sasak menjadi masyarakat Madani

    BalasHapus
  5. Wah menarik. Saya baru tau ada Piagam Gumi Sasak.
    Semoga kedepannya Sasak menjadi masyarakat Madani

    BalasHapus
  6. Sangat menambah wawasan, terima kasih.

    BalasHapus
  7. Apa perlunya Piagam Gumi Sasak ini dibuat padahal untuk mempertahankan jati diri masyarakat Sasak ada pada diri masyarakatnya sendiri, bukan tertulis diatas selembar kertas tapi tidak melakukan tindakan yang bisa mempertahankan jati diri Sasak itu sendiri sebagaimana yg tertulis pada Piagam Gumi Sasak. Bagaimana menurut anda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Piagam Gumi Sasak ialah bentuk tertulis untuk membangun kesadaran masyarakat dalam berjuang bersama menegakkan peradaban dan jati diri sasak. Ada hal pembuktian di dalamnya, sebuah semangat besar dan langkah awal untuk menemukan jati diri Sasak yang sebenarnya, sehingga masyarakat sadar jati diri itu harus dipertahankan. Seperti yang kita lihat zaman ini, Sasak perlahan lupa akan dirinya, banyak kekeliuran yang dihadirkan, maka para intelektual sasak membentuk Piagam Gumi Sasak untuk meluruska dan memberi ingatan kembali akan nilai, jati diri, dan peradaban gumi paer Sasak itu sendiri

      Hapus
  8. Akn Endk kdu bhs sasak elk piagam tye, mane2 akn selipan sekedik😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan arak taokn kene gumi paer to.
      Lamun selapukn kawih bahase sasak, laun kanak pujut ndekn ngerti, apelagi kanak paoh gading. Kan fonem bahasa sasak loek perbedaan 😅

      Hapus
  9. Semoga dengan piagam ini kita bisa kembali ke jati diri sendiri.

    BalasHapus
  10. Dengan adanya piagam trsebut masyarakat sasak akan bersatu dlam membangun peradaban Sasak, menurut penulis apakah masyarakat sasak sudah menyadari akan kberadaan piagam gumi sasak trsbut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya belum semua masyarakat yang ada di gumi paer Sasak tahu mengenai Piagam Gumi Sasak. Jadi inilah langkah dan tugas kita memperkenalkan adanya piagam ini. Mari kita ajak masyarakat Sasak menaiki perahu yang kita tumpangi, kemudian berlabuh dengan nilai dan jati diri sebagai nahkoda menuju lautan peradaban.

      Hapus
  11. Artikel yg bermanfaat...
    Di kembangkan lgi mbok

    BalasHapus
  12. Ada ya hal-hal kyk gini😂 devi baru tau

    BalasHapus
  13. Sangat menambah wawasan kami yang merantau untuk lebih mengetahui jati diri sasak 😊

    BalasHapus
  14. sangat menambah wawasan dan sangat bermanfaat.
    sasak yang sangat istimewa..
    terus dikembangkan agar sasak selalu istimewa.

    BalasHapus
  15. Kesepakatan yang menunjukkan jati diri bangsa yang sebenarnya.

    BalasHapus
  16. informasi yang dapat memperluas cara pandaang kita terhadap sesuatu, terimakasih atas ilmunya

    BalasHapus
  17. Apakah setelah peresmiannya ada pengaruh terhadap generasi saat ini? Yang sudah terbawa arus oleh modernisasi dan dunia barat. Tidakkah sia-sia peresmian piagam ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin pengaruh dari generasi yg dudah terbawa modernisasi ialah bentuk acuh dan ketidakpedulian mereka.
      Tidak ada kata sia-sia dalam peresmian Piagam Gumi Sasak, tetapi itu merupakan langkah awal mengembalikan nilai dan jati diri yang sangat kita rindukan. Kekeliruan itu harus dituntaskan. Oleh karena itu, kita sebagai generasi yang mendukung, harus memberi doktrin pelurusan, sehingga Sasak menuju masyarakat Madani dengan peradaban nilai luhur bangsa.

      Hapus
  18. Baru tauu kalo Ada oiagam semacqm itu.. Kerennn. Kembangkann !!

    BalasHapus
  19. semoga dengan adanya piagam gumi sasak ini, masyarakat Sasak lebih sadar akan budayanya

    BalasHapus
  20. Top 10 Casino Apps - Casinoworld
    In this section https://deccasino.com/review/merit-casino/ we'll kadangpintar walk you communitykhabar through our selection https://septcasino.com/review/merit-casino/ of top casino apps, and hopefully you'll find plenty of useful information on the top How do 바카라사이트 you use PayPal?Are there any deposit bonuses at your casino?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer